Wahai anakku ..
apa yang telah kulukis di lembar putih kehidupanmu?

Adakah ia berupa sebingkai indah lukisan cinta
atau sebait puisi kehidupan penuh makna
apalah lagi
selaksa rasa yang mampu membuatmu mengenal-Nya

Ataukah
sekedar sketsa buram hampa
yang tajam goresan dan keruh warnanya
telah mengotori dan melukai
helai bersih putihnya jiwamu

Maka maafkan aku, anakku
karena sungguh,
pada lukisan jiwamu
telah kulihat siapa aku yang sebenarnya ...