"Ada tawaran beasiswa untuk mahasiswa asing di Kagoshima University, dicoba ya..." ujar seorang teman suatu siang.
Sebenarnya sudah sejak awal kedatangan saya di negeri matahari terbit ini, keinginan itu ada. Awalnya karena saya ingin melihat anak-anak tumbuh di lingkungan yang bersih dan sehat. Barangkali ini sekedar bentuk trauma saya pada wabah Demam Berdarah, yang dua tahun lalu menyerang seorang putri kecil saya hingga ia harus dirawat di ICU. Tapi seiring berjalannya waktu, muncul niat tersendiri bagi saya untuk kuliah lagi. Ya, saya ingin bisa berbuat untuk banyak orang. Meneliti sesuatu yang mungkin bisa membawa sedikit perubahan, sedikit kebaikan.
Tapi karena biaya yang perlu disiapkan tidak sedikit untuk ukuran kami (sekitar 800.000 yen untuk biaya masuk dan uang semester satu, belum lagi harus menyiapkan tabungan sekitar 1 juta yen sebagai jaminan jika berniat menenjalani pendidikan dengan dana pribadi), membuat saya ragu mengambil langkah maju, sampai akhirnya penawaran ini datang..
Maka, bergesa saya menyiapkan data pribadi untuk dikirimkan ke seorang sensei yang tengah mencari mahasiswa, terburu juga menyiapkan minat penelitian, karena seorang teman mengatakan bahwa besok semua harus dikirimkan.. ya.. berarti waktu saya tak sampai 24 jam...
Dan sekarang, tugas petama saya adalah menunggu.
Allahumma.. terimakasih atas segala yang telah Engkau berikan..
sekiranya pada jalan ini Kau perkenankan hamba mendapat kebaikan dan keberkahan
sekiranya pada jalan ini Kau perkenankan hamba menjadi lebih bermanfaat, bagi diri dan keluarga, orang tua, dan bagi lebih banyak mahluk-Mu, maka mudahkanlah jalanku..
Bahkan jikalau hamba gagal, izinkan hamba tetap bersyukur karena Engkau telah memberi harapan, kesempatan untuk mencoba selangkah ke depan.
Allahumma...
keyakinan bahwa hanya yang terbaik dalam pandangan-Mu
yang ingin selalu kusimpan dalam hati yang terdalam.
* 1 yen ~ 100 rupiah
0 komentar:
Posting Komentar